
DISUSUN
OLEH :
Yenita Sihaloho (7173142035)
Sri
Wulandari (7173342050)
Yan Danie
Siahaan (7173142034)
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI KELAS B
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
NEGERI MEDAN
2018
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Model pembelajaran ialah pola yang digunakan sebagai
pedoman dalam merencanakan pembelajaran. Model pembelajaran mengacu pada
pendekatan yang akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan
pembelajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran,
dan pengelolaan kelas. Model
pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari
awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model
pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode,
dan teknik pembelajaran. Maka model pembelajaran adalah suatu konsep atau
rancangan pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru secara sistematis untuk
mengorganisasikan pengalaman belajar guna mencapai tujuan pembelajaran yang
diinginkan atau diharapkan. Ada banyak model pembelajaran yang perlu kita
pahami dan pelajari, diantaranya yang akan dibahas dalam makalah ini yaitu
model pembelajaran ARIAS dan Group Learning.
1.2 Tujuan Penulisan
2. Menjelaskan
langkah-langkah penerapan model pembelajaran ARIAS dan Group Learning
3. Menjelaskan
kelebihan dan kekurangan model pembelajaran ARIAS dan Group Learning
4. Menjelaskan
materi yang menjadi bahan ajar dalam praktek dan presentasi
1.3 Manfaat Penulisan
1. Mengetahui
apa pengertian model pembelajaran ARIAS dan Group Learning
2. Memahami
bagaimana langkah-langkah penerapan model pembelajaran ARIAS dan Group Learning
3. Mengetahui
apa kelebihan dan kekurangan model pembelajaran ARIAS dan Group Learning
4. Memahami
bagaimana materi yang menjadi bahan ajar dalam praktek dan presentasi
BAB
II
PEMBAHASAN
Pada kesempatan ini kami akan
menerapkan model pembelajaran ARIAS Dan
Group Investigation, sebelum melakukannya kita perlu memahami lebih jelas apa
model pembelajaran yang akan kita terapkan, berikut penjelasannya.
A.
Model Pembelajaran
ARIAS
a. Pengertian
Model
pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assessment dan Satisfaction (ARIAS)
merupakan sebuah model pembelajaran yang dimodifikasi dari model
pembelajaran ARCS yang dikembangkan oleh John M.Keller dengan
menambahkan komponen assessment pada keempat model pembelajaran
tersebut. Model pembelajaran ARCS ini dikenal secara luas sebagai Keller’s
ARCSModel of Motivation. Model ini dikembangkan dalam University
dituliskan oleh Keller (dalam Rahman,M. &Amri Sofan, 2014: 39)
Model pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan teori nilai harapan (expectancy
value theory) yang mengandung dua komponen, yaitu nilai (value)
dari tujuan yang ingin dicapai dan harapan (expectancy) agar berhasil
mencapai tujuan itu. Dari dua komponen tersebut, lalu dikembangkan
menjadi empat komponen model pembelajaran, yaitu Attention, Relevance,
Confidence dan Satisfaction (ARCS). Namun, model pembelajaran ini
belum terdapat assessment, yang kita ketahui bahwa assessment merupakan
penilaian yang tidak hanya dapat dilakukan pada akhir pembelajaran,
namun juga dapat dilakukan pada proses pembelajaran. Assessment yang
dilaksanakan selama proses pembelajaran dapat mempengaruhi hasil belajar
siswa. Mengingat pentingnya assessment, maka model pembelajaran ini
dimodifikasi dengan menambahkan komponen assessmen.
Menurut
Kiranawati (2012) modifikasi model pembelajaran yang digunakan mengandung
lima komponen, yaitu attention (minat), relevance (relevansi), confidence
(percaya diri), satisfaction (kepuasan), dan assessment (penilaian).
Modifikasi juga dilakukan dengan penggantian nama confidence menjadi
assurance, dan attention menjadi interest. Pergantian nama
confidence (percaya diri) menjadi assurancekarena kata assurancesinonim
degan kata self-confidence. Hal ini dimaksudkan agar dalam
kegiatan pembelajaran guru tidak hanya percaya bahwa siswa akan mampu
dan berhasil, melainkan juga sangat penting menanamkan rasa percaya diri
siswa bahwa mereka merasa mampu dan dapat berhasil.
Menurut Sopah
(dalam Rahman, M. dan Amri Sofan, 2014: 13) untuk memperoleh akronim yang lebih
baik dan bermakna, maka urutannya pun dimodifikasi menjadi Assurance,
Relevance, Interest, Assessment dan Satisfaction. Makna dari
modifikasi ini adalah usaha pertama dalam kegiatan pembelajaran yaitu untuk
menanamkan rasa yakin atau percaya pada siswa. Kegiatan pembelajaran ada
relevansinya dengan kehidupan siswa, berusaha menarik dan memelihara minat atau
perhatian siswa. Kemudian diadakan evaluasi dan menumbuhkan rasa bangga pada
siswa dengan memberikan penguatan (Reinforcement). Dengan mengambil
huruf awal dari masing-masing komponen menghasilkan kata ARIAS sebagai
akronim. Oleh karena itu model pembelajaran yang sudah dimodifikasi ini disebut
model pembelajaran ARIAS.
Menurut Webb
(dalam Rahman, M. dan Amri Sofan, 2014: 282) bahwa pembelajaran ARIAS
mengembangkan keterampilan berpikir ke tingkat yang lebih tinggi. Selain itu,
penggunaan berbagai media inovatif dalam model pembelajaran ARIAS dimaksudkan
untuk menunjang aspek minat dan kesenangan siswa. kolaborasi antara strategi,
metode dan media pembelajaran inilah yang membuat penerapan pembelajaran ARIAS
di kelas menjadi sebuah pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif,
menyenangkan serta memuaskan siswa.
Menurut beberapa pendapat di atas,
dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Assurance, Relevance, Interest,
Assessment, dan Satisfaction (ARIAS) merupakan sebuah model
pembelajaran hasil perkembangan dari model pembelajaran Attention,
Relevance, Confidence dan Satisfaction (ARCS). Perkembangan model
pembelajaran tersebut dimaksudkan untuk melengkapi model pembelajaran dengan
penilaian yang dapat memudahkan siswa mengetahui hasil dari kegiatan pembelajaran
yang telah mereka lakukan. Model pembelajaran ARIAS juga dapat menumbuhkan
minat siswa dalam mengikuti pembelajaran karena dalam proses pembelajaran guru
dapat mengintegrasikan model ini dengan strategi pembelajaran lain.
b. Langkah-langkah
1.
Langkah-langkah
pembelajaran model pembelajaran ARIAS tergambar pada pengertian dari kelima
komponen ARIAS menurut Fajaroh dan Dasna (dalam Rahman, M. dan Amri Sofan,
2014: 13), yaitu:
-
Tahap assurance
Membantu
siswa menentukan kekuatan dan kelemahan diri serta menanamkan pada siswa
gambaran diri positif terhadap diri sendiri. Hal ini dapat dilakukan dengan
menampilkan video ataupun gambar seseorang yang telah berhasil. Dengan adanya
ini, maka siswa akan bisa menanamkan gambaran positif terhadap diri sendiri.
-
Tahap relevance
a.
Guru menggunakan
bahasa yang jelas atau contoh-contoh yang ada hubungannya dengan pengalaman
nyata atau nilai-nilai yang dimiliki siswa.
b.
Pengalaman nyata dapat
menjembatani siswa ke hal-hal yang baru.
-
Tahap interest
a. Siswa
diberikan kesempatan oleh guru untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran,
misalnya siswa diajak berdiskusi untuk memilih topik yang akan dibicarakan,
mengajukan pertanyaan atau mengemukakan masalah yang perlu dipecahkan.
b. Guru
juga dapat mengadapat variasi dalam kegiatan pembelajaran, misalnya variasi
dari serius ke humor, dari cepat ke lambat, dari suara keras ke suara yang
sedang, dan mengubah gaya mengajar.
c.
Tahap assessment
Guru mengadakan
evaluasi dan memberikan umpan balik terhadap kinerja siswa, memberikan evaluasi
yang objektif dan adil serta segera menginformasikan hasil evaluasi kepada
siswa.
d.
Tahap satisfaction
Guru memberikan
reinforcement atau penguatan, penghargaan yang pantas baik secara verbal
maupun nonverbal kepada siswa yang telah menampilkan keberhasilannya.
2.
Sedangkan
langkah-langkah pembelajaran assurance, relevance, interest, assessment dan
satisfaction menurut Firdaus (2012) adalah sebagai berikut:
-
Yang pertama dilakukan
oleh seorang guru adalah menumbuhkan rasa percaya diri (assurance) para
siswa, meyakinkan para siswa bahwa setiap diri mereka mempunyai potensi untuk
dapat mengerjakan segala sesuatu asalkan mereka mau berlatih dan belajar dengan
sungguh-sungguh.
-
Menyampaikan tujuan
dan manfaat dari apa yang akan mereka pelajari, berhubungan dengan relavance
dalam ARIAS.
-
Menumbuhkan minat dan
perhatian (interest) para siswa terhadap pelajaran yang disampaikan.
Menyampaikan pelajaran dengan cara yang menarik agar siswa tidak merasa jenuh.
-
Melakukan evaluasi (assessment)
terhadap siswa, untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap pelajaran
yang telah disampaikan.
-
Menumbuhkan rasa
bangga dan puas terhadap hasil yang telah dicapai (satisfaction).
a. Kelebihan dan Kekurangan
-
Menurut Adiartanti
(2011) menyatakan bahwa kelebihan model pembelajaran ARIAS adalah:
1. Siswa
merasa kegiatan pembelajaran yang mereka ikuti memiliki nilai bermanfaat dan
berguna bagi kehidupan mereka
2. Siswa
akan terdorong mempelajari sesuatu yang akan dipelajari dan memiliki tujuan
yang jelas
3. Sesuatu
yang memiliki arah tujuan, dan sasaran yang jelas serta ada manfaat mendorong
individu untuk mencapai tujuan tersebut.
-
Sementara itu, model
pembelajaran ARIAS juga memiliki kekurangan, diataranya:
1. Untuk
siswa yang kurang pintar akan susah mengikuti
2. Siswa
terkadang susah untuk mengingat
3. Siswa
yang malas susah untuk belajar mandiri.
B.
Group Investigation
a. Pengertian
Menurut
Huda (2011: 16) Group Investigation diklasifikasikan sebagai metode
investigasi kelompok karena tugas-tugas yang diberikan sangat beragam,
mendorong siswa untuk mengumpulkan dan mengevaluasi informasi dari beragam
sumber, komunikasinya bersifat bilateral. Sedangkan Sharan dan Sharan (Huda 2013:
292) Group Investigation merupakan salah satu tipe kompleks dalam
pembelajaran kelompok yang mengharuskan siswa untuk menggunakan skill berpikir
level tinggi. Nurhadi, dkk (Wena, 2009: 196) mengungkapkan Group
Investigatin merupakan salah satu bentuk tipe pembelajaran kooperatif yang
menekankan pada partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari sendiri materi
(informasi) pelajaran yang akan dipelajari melalui bahan-bahan yang tersedia.
Berdasarkan pendapat beberapa ahli,
maka dapat disimpulkan bahwa model cooperative learning tipe group
investigation merupakan model pembelajaran kooperatif yang melibatkan siswa
secara maksimal dalam kegiatan pembelajaran dan menekankan pada partisipasi
serta aktivitas siswa untuk mencari sendiri informasi pelajaran yang akan
dipelajari melalui berbagai sumber.
b. Langkah-Langkah
Langkah-langkah
menggunakan metode Group Investigation
1. Menurut
Sharan (Trianto 2009: 80) membagi langkah-langkah model investigasi kelompok
menjadi 6 fase, yaitu:
-
Memilih topik/pengelompokan
Siswa
dibentuk kelompok secara heterogen sesuai dengan topik yang telah ditentukan.
-
Perencanaan cooperative
Siswa
dan guru merencanakan prosedur pembelajaran.
-
Implementasi
Siswa
menerapkan rencana yang telah kembangkan dengan aktivitas dan ketrampilan yang
luas.
-
Analisis dan sintesis
Siswa
menganalisis dan mensintesis informasi yang diperoleh kemudian diringkas dan
disajikan secara menarik sebagai bahan untuk presentasi.
-
Presentasi hasil
Setiap
kelompok menyajikan hasil penyelidikan.
-
Evaluasi
Siswa
dan guru mengevaluasi pembelajaran yang telah dipelajari.
2. Menurut
Slavin (2010: 218) telah menetapkan enam langkah seperti berikut ini :
-
Pengelompokan (Grouping)/ Pemilihan topik
Pada
tahap ini, siswa memilih topik dan menentukan kelompok.
-
Perencanaan kooperatif (Planning)
Pada
tahap ini siswa merencanakan topik yang akan diselidiki.
-
Tahap Penyelidikan (Investigation)/
Implementasi
Pada
tahap ini, siswa mengumpulkan informasi, menganalisis data dan membuat simpulan
terkait dengan permasalahan-permasalahan yang diselidiki.
-
Tahap Pengorganisasian (Organizing)/
Analisis dan sintesis
Pada
tahap ini, anggota kelompok merencanakan apa yang akan mereka laporkan dan
bagaimana mempresentasikannya.
-
Tahap Presentasi hasil final (Presenting)
Pada
tahap ini setiap kelompok mempresentasikan hasil penyelidikannya.
-
Tahap Evaluasi (Evaluating)
Kegiatan
guru dan siswa Guru dan siswa mengkolaborasi, mengevaluasi tentang pembelajaran
yang telah dilaksanakan.
c. Kelebihan dan Kelemahan
Model Group
Investigation juga mempunyai berbagai kelebihan dan kelemahan.
1.
Slavin (2010: 165) mengemukakan bahwa kelebihan group
investigation yakni:
-
Mampu melatih siswa untuk berpikir tingkat
tinggi
-
Melatih siswa menumbuhkan kemampuan berpikir
mandiri
-
Keterlibatan siswa secara aktif dapat terlihat
mulai tahap pertama sampai tahap akhir pembelajaran
Sedangkan
kelemahan group investigation yakni:
-
Memerlukan investigasi yang mempersyaratkan
siswa bekerja secara berkelompok
-
Memerlukan pendampingan guru secara penuh.
2.
Setiawan (2006: 9) mendeskripsikan kelebihan group
investigation yakni:
-
Memberi semangat untuk berinisiatif, kreatif,
dan aktif
-
Dapat belajar untuk memecahkan, menangani suatu
masalah
-
Meningkatkan belajar bekerja sama
-
Belajar berkomunikasi yang baik secara
sistematis
-
Meningkatkan partisipasi dalam membuat suatu
keputusan
-
Selalu berpikir tentang cara atau strategi yang
digunaka sehingga didapat suatu kesimpulan yang berlaku umum.
Sedangkan kekurangannya,
yakni:
-
Sedikitnya materi yang tersampaikan pada satu
kali pertemuan
-
Pembelajaran group investigation cocok
diterapkan pada suatu topik yang menuntut siswa untuk memecahkan masalah
-
Diskusi kelompok biasanya berjalan kurang
efektif
-
Siswa yang tidak tuntas memahami materi
prasyarat akan mengalami kesulitan saat menggunakan model ini.
BAB IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Model
pembelajaran ARIAS adalah sebuah model pembelajaran hasil perkembangan dari
model pembelajaran Attention, Relevance, Confidence dan Satisfaction
(ARCS). Perkembangan model pembelajaran tersebut dimaksudkan untuk melengkapi
model pembelajaran dengan penilaian yang dapat memudahkan siswa mengetahui
hasil daripada kegiatan pembelajaran yang telah mereka lakukan. Dengan
demikian, yang dimaksud dengan model pembelajaran Assurance, Relevance,
Interest, Assessment, dan Satisfaction (ARIAS) adalah suatu kegiatan
pembelajaran untuk menumbuhkan rasa yakin atau percaya pada diri siswa,
merelevansikan materi ajar dengan kehidupan siswa, berusaha menarik dan
memelihara minat dan perhatian siswa. Kemudian dilakukan evaluasi dan
menumbuhkan rasa bangga dan kepuasan pada siswa dengan memberikan penguatan.
Group investigation merupakan model
pembelajaran kooperatif yang melibatkan siswa secara maksimal dalam kegiatan
pembelajaran dan menekankan pada partisipasi serta aktivitas siswa untuk
mencari sendiri informasi pelajaran yang akan dipelajari melalui berbagai
sumber. Langkah-langkah model group
investigatioan yaitu pengelompokan, perencanaan, penyelidikan,
pengorganisasian, presentasi dan evaluasi. Kelebihan menggunakan model Group Investigation dalam
pembelajaran dapat memberi semangat untuk berinisiatif, kreatif
dan aktif. Group Investigation juga
memiliki kelemahan yaitu diskusi kelompok biasanya berjalan kurang efektif.
4.2 Saran
Sebagai pendidik sudah seharusnya
untuk memahami macam-macam model ataupun metode pembelajaran. Untuk pendidik
diharapkan untuk memahami dan menerapkan model pembelajaran yang akan diterapkan
dalam setiap pengajaran yang akan dilakukan. Mulai dari langkah-langkah, bahkan
harus mempertimbangkan kelebihan serta kekurangan dari setiap model
pembelajaran, agar pembelajaran dapat berjalan dan terlaksanakan secara efektif
dan lebih baik lagi. Sehingga menjadikan suasana kelas lebih kondusif dan
peserta didik menjadi senang dan paham akan apa yang pendidik sampaikan.
LAMPIRAN
A.
Jurnal Penyesuaian
a. Pengertian
Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat
dalam proses pencatatan perubahan saldo dalam akun sehingga saldo mencerminkan
jumlah yang sebenarnya. Secara umum, fungsi jurnal penyesuaian adalah
menetapkan saldo catatan akun buku besar pada akhir periode, serta menghitung
pendapatan dan beban selama periode yang bersangkutan. Di bawah ini, kita akan
jelaskan beberapa hal mengenai jurnal penyesuaian dan bagaimana cara
pencatatannya.
b. Akun
Yang Memerlukan Penyesuaian Di Akhir Periode
1. Akun
perlengkapan, yang memerlukan penyesuaian karena ada
pemakaian.
2. Akun
beban dibayar di muka, yang memerlukan
penyesuaian karena waktu telah dijalani/jatuh tempo.
3. Akun
aktiva tetap, yang memerlukan penyesuaian karena ada
penyusutan aktiva.
4. Akun pendapatan,
yaitu memerlukan penyesuaian karena ada pendapatan yang belum diperhitungkan
atau penerimaan yang belum menjadi pendapatan.
5. Akun beban, yang
memerlukan penyesuaian karena ada beban yang belum diperhitungkan atau
pembayaran yang belum menjadi beban.
6. Akun pendapatan
diterima di muka, yang memerlukan penyesuaian karena
berjalannya waktu atau diserahkannya prestasi pada pelanggan.
c. Pendekatan
Jurnal Penyesuaian
Jurnal penyesuaian adalah jurnal
yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menyesuaikan saldo akun agar
sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. jurnal penyesuaian dapat dibuat dengan
dua pendekatan yaitu pendekatan neraca dan pendekatan laba rugi.
1.
Pendekatan
Neraca
Jurnal penyesuaian akan dibuat
dengan pendekatan neraca jika transaksi sebelumnya dicatat dalam akun riil
(harta, utang, dan modal). saldo yang disesuaikan yaitu sebesar nominal yang
sudah terealisasi.
Contoh:
Saldo akun 'Sewa Dibayar Dimuka' PT Nufa pada akhir periode
sebelum penyesuaian menunjukkan saldo Rp12.000.000,- sedangkan sewa yang
menjadi beban pada periode itu sebesar Rp2.000.000,-
Jurnal Penyesuaian:
(D) Beban Sewa Rp2.000.000,-
(K) Sewa Dibayar Dimuka Rp2.000.000,-
2.
Pendekatan
Laba/Rugi
Jurnal penyesuaian akan dibuat
dengan pendekatan laba/rugi jika transaksi sebelumnya dicatat dalam akun
nominal ( pendapatan dan beban). saldo yang disesuaikan yaitu sebesar nominal
yang belum terealisasi.
Contoh:
Saldo akun 'Beban Sewa' PT Nufa pada akhir periode sebelum
penyesuaian menunjukkan saldo Rp12.000.000,- sedangkan sewa yang menjadi beban
pada periode itu sebesar Rp2.000.000,-
Jurnal Penyesuaian:
(D) Sewa Dibayar Dimuka Rp10.000.000,-
(K) Beban Sewa Rp10.000.000,-
Contoh penulisan jurnal penyesuaian
1.
Akun perlengkapan
menunjukkan saldo sementara Rp500.000. Sedangkan data akhir periode menunjukkan
saldo masih ada senilai Rp200.000.
Analisis:
Akun perlengkapan (saldonya di sisi debit).
Maka dihitung jumlah yang habis terpakai di sisi debit
beban, yaitu Rp500.000 – Rp200.000 = Rp300.000. Kemudian, catatlah akun beban
perlengkapan Rp300.000 di sisi debit dan kurangi jumlah akun perlengkapan
sejumlah Rp300.000 seterusnya dicatat di sisi kredit. Jurnal penyesuaiannya
adalah:
Tanggal
|
Keterangan
|
Ref
|
Debit
|
Kredit
|
2017
Desember
|
Beban perlengkapan
|
Rp300.000
|
||
Perlengkapan
|
Rp300.000
|
2.
Akun asuransi dibayar di muka menunjukkan
saldo sementara Rp360.000.
Data akhir periode: jumlah asuransi yang telah jatuh
tempo adalah Rp120.000 yaitu untuk 4 bulan.
Analisis:
Akun asuransi dibayar di muka (saldonya di sisi debit),
dicatat sebagai harta. Yang dicatat untuk penyesuaian adalah berapa jumlahnya
yang sudah menjadi beban (yaitu sejumlah yang sudah jatuh tempo/sudah
dijalani).
Beban asuransi sebesar Rp120.000 di sisi debit. Kemudian
pada akun asuransi dibayar di muka Rp120.000 dicatat di sisi kredit. Jurnal
penyesuaiannya adalah:
Tanggal
|
Keterangan
|
Ref
|
Debit
|
Kredit
|
2017
Desember
|
Beban asuransi
|
Rp120.000
|
||
Asuransi di bayar di muka
|
Rp120.000
|
3.
Akun peralatan menunjukkan
saldo Rp3.000.000. Pada akhir periode: peralatan disusutkan 10%.
Analisis:
Akun peralatan (saldo di sisi debit). Penyusutan
peralatan 10% x Rp3.000.000 = Rp300.000 dicatat sebagai beban penyusutan
peralatan, di sisi debit. Kemudian dalam akun akumulasi penyusutan peralatan di
catat Rp300.000 di sisi kredit untuk menampung setiap penyusutan peralatan
setiap tahunnya. Jurnal penyesuaiannya adalah:
Tanggal
|
Keterangan
|
Ref
|
Debit
|
Kredit
|
2017
desember
|
Beban penyusutan peralatan
|
Rp300.000
|
||
Akumulasi
penyusutan peralatan
|
Rp300.000
|
4.
Akun pendapatan jasa
menunjukkan jumlah Rp1.800.000. Data akhir periode dari pendapatan tersebut
sebesar Rp200.000 layanan kepada langganan belum dikerjakan.
Analisis:
Akun pendapatan jasa (saldo di sisi kredit).
Jumlah pendapatan yang belum menjadi pendapatan adalah Rp200.000 karena
pekerjaan/layanan kepada langganan belum dikerjakan. Jadi kurangkan akun
pendapatan jasa Rp200.000 dan dicatat di sisi debit. Kemudian catatlah ke dalam
akun pendapatan diterima di muka Rp200.000 di sisi kredit karena dianggap
sebagai utang. Jurnal penyesuaiannya adalah:
Tanggal
|
Keterangan
|
Ref
|
Debit
|
Kredit
|
2017
desember
|
Pendapatan jasa
|
Rp200.000
|
||
Pendapatan
diterima di muka
|
Rp200.000
|
Karena pentingnya pencatatan jurnal penyesuaian untuk
melengkapi laporan akun pada buku besar, maka tidak ada salahnya jika
perusahaan mempercayakan Jurnal software akuntansi online
untuk membantu pencatatannya, terutama jika banyak sekali transaksi maupun akun
yang harus disesuaikan. Daftarkan perusahaan Anda pada Jurnal software
akuntansi online sekarang dan dapatkan free trial 14 hari dengan
klik di
sini.
DAFTAR PUSTAKA
Gurning, Busmin & Effi A. Lubis.
2017. STRATEGI BELAJAR MENGAJAR. Yogyakarta: K-Media
http://proposalmatematika23.blogspot.in/2013/08/model-pembelajaran-arias-assurance.html?m=1
University dituliskan
oleh Keller (dalam Rahman,M. &Amri Sofan, 2014: 39)
Kiranawati (2012) modofikasi model
pembelajaran
Sopah (dalam Rahman, M. dan Amri Sofan,
2014: 13
Webb (dalam Rahman, M. dan Amri Sofan,
2014: 282)
Fajaroh dan Dasna (dalam Rahman, M. dan
Amri Sofan, 2014: 13)
Firdaus (2012)
Adiartanti (2011) menyatakan bahwa kelebihan
dan kelamaha model
Huda (2011: 16) Group Investigation diklasifikasikan
Sharan (Trianto 2009: 80) membagi
langkah-langkah model
Slavin (2010: 218) telah menetapkan
enam langkah
Slavin (2010: 165) mengemukakan bahwa
kelebihan dan kekurangan Group Investigation
Setiawan (2006: 9) mendeskripsikan
kelebihan dan kekurangan group investgation
Terima kasih
BalasHapus